Tampilkan postingan dengan label Pentas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pentas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

JUMAT SEHAT, JUMAT INFAQ, DAN JUMAT BERSIH 24 APRIL 2015

Pagi tadi, Jumat, 24 April 2015, sesuai jadwal, SD Negeri Tanggeran kembali menggelar Jumat Sehat. Yang membedakannya dengan Jumat Sehat sebelumnya, kali ini pelaksanaannya bersamaan dengan Jumat Infaq dan Jumat Bersih.


Jumat Sehat adalah kegiatan rutin senam bersama sedangkan Jumat Infaq adalah kegiatan pembiasaan siswa untuk menyisihkan sebagian uang sakunya untuk tabungan Hari Raya Idul Adha alias Idul Qurban. Jumat Bersih sendiri merupakan kegiatan pembiasaan siswa yang difokuskan pada kebersihan sekitar sekolah. 

Minggu, 04 Maret 2012

MATERI RAKOR PENDIDIKAN UNTUK SEMUA/PUS

Pendidikan Untuk Semua : CIVIL SOCIETY OGANIZATIONS initiative EDUCATION for ALL (CSOiEFA), menurut situs Pendidikan Untuk Semua, adalah konsorsium organisasi yang peduli akan pentingnya pendidikan untuk semua, terutama untuk perempuan dan anak-anak perempuan.



Lebih lanjut diuraikan dalam situs tersebut bahwa dengan berbagai persoalan di dunia pendidikan, terutama mengenai aksesbilitasnya yang hari-hari ini kita dihadapkan dengan berita-berita bagaimana anak-anak usia sekolah di negeri ini tak mampu mendapatkan hak dasar ini, untuk itu kami, dengan basis organisasi yang bergerak di berbagai bidang dengan kaitan satu sama lain mengenai pendidikan, berkomitmen berusaha mewujudkan enam hal yang disepakati pada konferensi di Jomtien, Thailand, 5-9 Maret 1990, yang dihadiri 115 negara dan 150 organisasi, yakni;
  1. Memperluas dan meningkatkan perawatan anak usia dini yang komprehensif dan pendidikan, terutama bagi yang paling rentan dan anak-anak yang kurang beruntung.
  2. Memastikan bahwa pada 2015 semua anak, khususnya anak perempuan, yang dalam keadaan sulit, dan mereka yang termasuk etnik minoritas, memiliki akses lengkap dan bebas ke wajib pendidikan dasar yang berkualitas baik.
  3. Memastikan bahwa kebutuhan belajar semua pemuda dan dewasa dipenuhi melalui akses yang adil untuk pembelajaran yang tepat dan program ketrampilan hidup.
  4. Mencapai 50% peningkatan dalam keaksaraan orang dewasa pada tahun 2015, khususnya bagi perempuan, dan akses ke pendidikan dasar dan pendidikan berkelanjutan bagi semua orang dewasa secara adil.
  5. Menghilangkan perbedaan gender pada pendidikan dasar dan menengah pada tahun 2005, dan mencapai kesetaraan gender dalam pendidikan dengan tahun 2015, dengan fokus pada perempuan bahwa mereka dipastikan mendapat akses penuh dan sama ke dalam pendidikan dasar dengan kualitas yang baik.
  6. Meningkatkan semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulan semua sehingga diakui dan diukur hasil pembelajaran yang dicapai oleh semua, khususnya dalam keaksaraan, berhitung dan kecakapan hidup yang esensial.

Lebih lanjut tentang profil organisasi ini dapat dibaca DI SINI.

EFA Global Report dapat diunduh DI SINI (pdf) dan DI SINI (doc) sedangkan Proposal Penelitian CSOiEFA tentang Ujian Nasional (UN) bisa diunduh DI SINI.

Untuk mmeberikan dukungan pada Pendidikan untuk Semua, silahkan klik DI SINI sedangkan untuk bergabung dengan jejaring sosialnya, silahkan klik DI SINI untuk facebook dan DI SINI untuk Twitter.

Forum PUS Jawa Tengah

Forum Pendidikan untuk Semua (PUS) Jawa Tengah dibentuk berdasarkan SK MENKO KESRA No. 15/KEP/MENKO/KESRA/VI/2002, SK MENKO KESRA No. B.137/Menko/Kesra/VII/2009 dan SK Gubernur Jawa Tengah No. 420/4645/2009 dimana ketua dijabat oleh Kepala BAPPEDA Jawa Tengah sedangkan anggotanya adalah Dinas/Instansi Pemerintah serta LSM.

Materi Rakor PUS Jawa Tengah terdiri dari dua bagian, yaitu Format PUS dalam format excel dan kumpulan file presentasi dalam format zip yang terdiri dari tujuh file. Silahkan unduh DI SINI dan DI SINI.

Kamis, 24 November 2011

Undangan Penerima Beasiswa Insan Pendidikan SD, SDLB, dan SMP Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Dalam rangka mengapresiasi prestasi, bakat dan potensi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan penghargaan kepada insan pendidikan berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2011.

Undangan dan daftar penerima Beasiswa Insan Pendidikan khususnya SD, SLB, dan SMP tingkat Provinsi Jawa Tengah dapat dilihat DI SINI

Selamat dan sukses untuk Nadhiroh (SDN Ambokembang Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan, peraih medali perak Asean Primary School Sport Olympiad (APPSO) Cabang Atletik - Lempar rudal beregu), Natasha Sutedja (SMP Pius Pekalongan, peraih medali perunggu Olimpiade Sains Nasional Mata Lomba Matematika, dan trio Rizki Azhar, Rina Danarsih, Nisa Nadiyah (SMP Terbuka 1 Wonokerto Kab. Pekalongan, peraih medali merak Lomba Motivasi Belajar Mandiri (LOMOJARI) Bid. Akademik, serta seluruh pelajar yang akan menerima beasiswa.

Semoga prestasi yang telah diraih dapat menjadi pemicu dan pemacu raihan prestasi gemilang selanjutnya.

Senin, 24 Oktober 2011

Pencapaian Nanik Srihartati di Gema Kota Santri


Perempuan berkerudung ini terlihat sumringah saat maju ke depan menerima penghargaan dari Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si dalam acara Apel Besar Memperingati Hari Jadi ke-389 Kabupaten Pekalongan di Alun-alun Kajen beberapa waktu lalu. Senyum tak luput menghiasi wajah perempuan berkulit bersih ini. Ya, meski tak pernah menyangka, Ibu guru Nanik memang patut berbangga, pun demikian segenap jajaran pemerintahan dan warga kota Santri.

Itulah kalimat pembuka rubrik Prestasi di Majalah “Gema Kota Santri” edisi 07 Tahun XVI 2011. Media cetak resmi Pemerintah Kabupaten Pekalongan itu memuat pencapaian Nanik Srihartati sebagai Juara II Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2011 di halaman 34-35.

Berikut tampilan tulisan selengkapnya:



Di paragraf akhir, sebuah kalimat menunjukkan hadiah lain untuk sang Guru Berprestasi tersebut: “Bahkan Bupati Pekalongan pun tak segan-segan langsung memberikan penghargaan kepada Nanik Sri Hartati dengan hadiah promosi jabatan sebagai kepala sekolah”.

Dan apa pula tanggapan sang Guru Berprestasi?

“Syukur Alhamdulillah, jabatan itu adalah amanah. Semoga saya dapat menjadi manusia yang amanah dan bermanfaat untuk orang lain,” ucapnya penuh syukur, yang menjadi kalimat penutup tulisan tersebut.

Untuk kali kesekian, selamat dan sukses atas prestasi yang diraih. Semoga mampu menjadi pemicu dan pemacu atas prestasi-prestasi terbaik selanjutnya. Amin.


WIDODO, A.Ma.Pd.

Kepala SD Negeri Tanggeran

Sabtu, 25 Desember 2010

SELEMBAR PIAGAM UNTUK IBU PEJUANG PENDIDIKAN

………………………………………
Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Dtimang
Nada Nada Yang Indah
Slalu Terurai Darinya
Tangisan Nakal Dari Bibirku
Takkan Jadi Deritanya
Tangan Halus dan Suci
Tlah Mengangkat Diri Ini
Jiwa Raga dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan
………………………………………
Lantunan suara Melly Goeslow dalam lagu “Bunda” mengalir pelan kala saya membacakan biodata Ibu Titik Lestariningsih, atau lebih akrab disapa Bu Utik, dalam Peringatan Hari Ibu bersamaan dengan penyerahan hadiah Lomba Mewarnai Gambar dan Lomba Peragaan Busana Muslim yang menandai penutupan Semarak Tahun Baru 1432 Hijriyah Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan di Gedung KPRI MEKAR Paninggaran, Jum’at, 24 Desember 2010 kemarin.
Dalam kegiatan yang secara simbolis juga diserahkan santunan kepada anak yatim melalui program pengelolaan Sadaqah, Infaq, dan Zakat (SaInZa) tersebut, hadir para pemenang lomba didampingi Ibu Guru masing-masing.










Saya mesti menjaga intonasi suara untuk tetap stabil meski sebongkah haru yang bercampur aduk dengan aneka rasa lainnya perlahan merambat naik, memanaskan mata. Sebelum akhirnya meluluhlantakkan persediaan air mata saya, saya mesti ambil napas panjang dan meletakkan mik yang saya pegang. Saya sama sekali tak malu kalau akhirnya air mata saya menitik di depan hadirin. Sama sekali tidak. Tapi saya mesti menyelesaikan dulu pembacaan biodata Bu Utik, guru TK Pertiwi Paninggaran, yang telah mulai mengajar di RA Al Hikmah Paninggaran pada tahun 1979, tahun yang sama kala saya dilahirkan ke dunia ini.

Pada tahun 1984/1985, Beliau memperkenalkan saya dunia yang baru kala saya menjadi murid Beliau di RA Paninggaran Timur tersebut.

Dengan perjuangan berat mengalahkan mata saya yang terasa sangat panas, saya lanjutkan pembacaan biodata Beliau. Beberapa bagian terpaksa saya lewati karena hanya akan mempercepat runtuhnya bendungan air mata saya, seperti kala suami Beliau meninggal dunia pada tahun 1994, empat tahun setelah Beliau diperbantukan di TK Pertiwi Paninggaran yang kekurangan tenaga pengajar, dengan meninggalkan tiga orang anak yang kemudian Beliau asuh sendirian. Juga tentang penyakit komplikasi yang menggerogoti kesehatan Beliau dalam usia 52 tahun, yang sama sekali tak mengendurkan semangat Beliau dalam mendampingi anak didik pra sekolah dalam mengembangkan potensinya untuk siap memasuki pendidikan dasar sebagai calon-calon pelaku sejarah dan pemimpin masa depan.

Juga honor Rp 125.000 per bulan yang tak menyurutkan dedikasi dan pengabdian Beliau dalam turut serta mencerdaskan anak bangsa, karena Beliau memegang teguh prinsip bahwa rizki telah diatur oleh Sang Maha Kaya dan setiap makhluk telah mendapat bagiannya masing-masing.

Selesai membaca biodata, saya mesti berjuang lagi untuk mempertahankan stabilitas emosi karena sebagai Ketua Panitia, saya mendapat kehormatan untuk menyerahkan selembar Piagam Penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Beliau untuk dunia pendidikan. Juga selembar amplop berisi sejumlah uang hasil penggalangan dana dari para donatur dan dari murid-murid Beliau.

&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Bu Utik, dan semua ibu di sudut bumi Allah manapun. Sebuah karya Khalil Gibran ingin saya berikan untuk kaum ibu

Ibu ~ Khalil Gibran

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.


~ Khalil Gibran
(terima kasih buat Haniey atas posting puisinya)

&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&

Dalam Peringatan Hari Ibu, ucapan terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada Ibu Hj. Siti Masruroh, Kabid PPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, yang secara pribadi berkontribusi untuk penggalangan dana penghargaan bagi Bu Utik. Juga untuk murid-murid Bu Utik: Abdul Yazid di Jakarta, Nurfebriyanto, dan lainnya yang sigap merespon ajakan kami.

Atas nama Ketua Panitia Semarak Tahun Baru 1432 Hijriyah Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, ijinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1. Bp. Ir. H. Wahyudi Pontjo Nugroho, MT; Wakil Bupati Pekalongan
2. Bp. M. Hanif Dhakiri, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI
3. Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) Jawa Tengah
4. Pemerintah Kabupaten Pekalongan
5. Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan
6. Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) Jawa Tengah Cabang Kabupaten Pekalongan
7. Harian SUARA MERDEKA Biro Pekalongan
8. Camat Paninggaran
9. UPT Pendidikan Kecamatan Paninggaran
10.Pengawas TK/SD/SDLB UPT Pendidikan Kecamatan Paninggaran
11.Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Paninggaran
12.Pengurus KPRI MEKAR Paninggaran
13.Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Paninggaran
14.Kepala dan Guru SD se- Kecamatan Paninggaran
15.Kepala dan Guru TK/RA se- Kecamatan Paninggaran
16.Kepala dan Guru Pos Paud/kelompok Bermain se- Kecamatan Paninggaran
17.Telkomsel
18.Honda 54 Motor Pos Penjualan Paninggaran
19.ALL IN NET & RNS Cell Paninggaran
20.Toko HARMONIS Multicollection Paninggaran
21.Pengurus dan anggota DKR Paninggaran
22.Pengurus dan anggota Jama’ah Al Hidayah Paninggaran
23.Segenap jajaran panitia
24.Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang telah berpartisipasi, berkontribusi, dan memberikan dukungan sepenuhnya atas terselenggaranya rangkaian kegiatan Semarak Tahun Baru 1432 Hijriyah Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.

Semoga Allah SWT yang Maha Pemurah senantiasa melimpahkan rizki yang halal dan berkah kepada kita serta memberi kesempatan kepada kita untuk berbuat lebih banyak lagi untuk anak yatim/yatim piatu dan fakir miskin. Amin.

Panitia Semarak Tahun Baru 1432 Hijriyah
Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan
Ketua


DZAKIRON

Selasa, 21 Desember 2010

HASIL LOMBA MEWARNAI GAMBAR DAN PERAGAAN BUSANA MUSLIM STB 1432 H

Sebagai rangkaian dari kegiatan Semarak Tahun Baru (STB) 1432 Hijriyah Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Sabtu (18/12) di Aula Kecamatan Paninggaran dan Gedung KPRI MEKAR Paninggaran berlangsung Lomba Mewarnai Gambar dan Peragaan Busana Muslim. Lomba diikuti ratusan peserta dari PAUD Formal (TK/RA) yang masuk dalam Kelompok A dan PAUD Nonformal (Pos PAUD/Kelompok Bermain) yang masuk dalam Kelompok B
Dalam lomba yang disponsori oleh Telkomsel dan Honda 54 Motor Pos Penjualan Paninggaran serta didukung oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan; Toko HARMONIS Multicollection Paninggaran, RNS Cell Paninggaran, dan ALL IN NET Paninggaran tersebut, ratusan peserta dari TK/RA dan PAUD se-Kecamatan Paninggaran tampak sangat antusias mengikuti kompetisi yang memperebutkan Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan ratusan ribu rupiah tersebut.

Sesuai dengan Surat Keputusan Panitia Semarak Tahun Baru 1432 H Nomor : 018/PAN.STB/XII/2010 tanggal 18 Desember 2010 Tentang Hasil Lomba Mewarnai Gambar dan Peragaan Busana Muslim dalam rangka Semarak Tahun Baru 1432 H Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, berikut kami sampaikan daftar pemenang lomba tersebut yang telah diumumkan juga di lokasi lomba:

A.Lomba Mewarnai Gambar
1.Kelompok A
a.Juara I : Bilqis Nabilah Salma (Pos PAUD Balita Sehat Krandegan)
b.Juara II : Artania Putri Kurniawan (Pos PAUD Balita Sehat Krandegan)
c.Juara III : M. Dafa Nurusyifa (Kelompok Bermain Al Zam-zam Krandegan)
d.Juara Harapan I : Nabila Fitriatuzzahra (Kelompok Bermain Bhakti Ibu Lumeneng)
e.Juara Harapan II : Fiskar Sava Azahra (Pos PAUD Raudhoh Sawangan)
f.Juara Harapan III: Nur Rizka Amalia (Kelompok Bermain Al Zam-zam Krandegan)
2.Kelompok B
a.Juara I : Ilzama Maula Wafda Sabila (TK Pertiwi Paninggaran)
b.Juara II : Yurike Putri (TK Pertiwi Paninggaran)
c.Juara III : M. Rifki Renaldi (TK Muslimat Werdi)
d.Juara Harapan I : Novira Litfiani (RA Al Hidayah Domiyang)
e.Juara Harapan II : Dhimas Dwika Pangestu (RA Al Hidayah Domiyang)
f.Juara Harapan III: Andreansyah (TK Muslimat Werdi)

B.Lomba Peragaan Busana Muslim
1.Kelompok A
a.Juara I : Pos PAUD Balita Sehat Krandegan
b.Juara II : Kelompok Bermain Mandiri Paninggaran
c.Juara III : Pos PAUD Kartini Kaliboja
d.Juara Harapan I : Pos PAUD Raudhoh Sawangan
e.Juara Harapan II : Pos PAUD Elit Sawangan
2.Kelompok B
a.Juara I : TK Pertiwi Paninggaran
b.Juara II : TK Muslimat Werdi
c.Juara III : TK Muslimat NU Botosari
d.Juara Harapan I : RA Al Hikmah Paninggaran
e.Juara Harapan II : TK Muslimat Kaliombo

C. Penghargaan untuk peserta terbanyak: TK Muslimat Kaliombo

Penyerahan hadiah Insya Allah akan dilaksanakan pada Hari Kamis, 23 Desember 2010 di Aula Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan pukul 09.00 WIB bertepatan dengan Penutupan Semarak Tahun Baru 1432 H Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Para pemenang akan dihubungi Panitia.

Semoga lomba yang diselenggarakan oleh Dewan Kerja Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Paninggaran dan Jama'ah Al Hidayah Paninggaran, yang sekaligus sebagai sarana penggalangan dana bagi anak yatim tersebut dapat memicu dan memacu prestasi-prestasi yang lebih tinggi serta menumbuhsuburkan jiwa kepedulian dan kesetiakawanan kepada anak yatim sejak dini.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan membantu terselenggaranya lomba tersebut.

Panitia Semarak Tahun Baru 1432 H
Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan
Ketua


DZAKIRON

=================================================

ALBUM FOTO LOMBA MEWARNAI GAMBAR DAN PERAGAAN BUSANA MUSLIM






















Selasa, 14 Desember 2010

RANGKAIAN LOMBA DALAM SEMARAK TAHUN BARU 1432 HIJRIYAH KECAMATAN PANINGGARAN KABUPATEN PEKALONGAN

Dalam rangka mensyiarkan sekaligus menyemarakkan Tahun Baru 1432 Hijriyah, berdasarkan Surat Keputusan Camat Paninggaran Nomor : 003.3 / 05 / 2010 Tanggal 27 November 2010 Tentang Panitia Semarak Tahun Baru 1432 H Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Dewan Kerja Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Paninggaran dan Jama’ah Barzanji Al Hidayah Paninggaran bekerja sama menggelar kegiatan dengan misi utama menggalang dana kepedulian untuk anak yatim dan fakir miskin dimana tindak lanjut yang diharapkan adalah adanya sebuah sistim pengelolaan dana yang berkelanjutan, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Di bawah label “Semarak Tahun Baru 1432 Hijriyah” kegiatan bertema “Dengan Semangat Tahun Baru 1432 Hijriyah, Kita Tingkatkan Kepedulian dan Solidaritas Terhadap Anak Yatim dan Fakir Miskin” ini ingin mencapai tujuan sebagai berikut:
a. Melestarikan peringatan Tahun Baru Islam sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Islam.
b. Menggairahkan semangat keberagamaan melalui kompetisi bernuansa agamis dalam upaya membentuk pribadi muslim yang berkarakter, siap berkompetisi secara sehat, terbuka terhadap perubahan, toleran terhadap perbedaan, serta mencintai agama, tanah air dan bangsanya.
c. Menumbuhkembangkan kepedulian dan solidaritas terhadap anak yatim dan fakir miskin kepada generasi muda sejak dini.
d. Tergalangnya dana peduli terhadap anak yatim dan fakir miskin

Dalam kegiatan tersebut, beragam kegiatan telah diagendakan, yaitu:
1. Lomba Menulis Surat kepada Pak Camat untuk umum
1. Peserta
a. Kelompok A (pelajar/remaja) berusia 10 – 15 tahun dan atau masih tercatat sebagai siswa SMP/MTs di wilayah Kecamatan Paninggaran Tahun Pelajaran 2010/1011
b. Kelompok B (umum) berusia di atas 15 tahun, yaitu:
1) Warga yang lahir di wilayah Kecamatan Paninggaran dan berdomisili di wilayah Kec. Paninggaran; atau
2) Warga yang lahir di wilayah Kecamatan Paninggaran dan berdomisili di luar wilayah Kec Paninggaran (wajib mencantumkan nama orang tua dan alamat lengkap kelahiran); atau
3) Warga yang lahir di luar wilayah Kecamatan Paninggaran dan berdomisili/bekerja/bersekolah di wilayah Kecamatan Paninggaran (wajib mencantumkan lokasi pekerjaan/sekolah).
2. Ketentuan Lomba
a. Surat ditujukan kepada Bapak Camat Paninggaran dengan isi antara lain: harapan, keinginan, atau cita-cita; pendapat/penilaian atas kinerja aparatur pemerintah di wilayah Kecamatan Paninggaran; pendapat, penilaian, dan atau evaluasi pelayanan publik instansi pemerintah di wilayah Kecamatan Paninggaran; dan ide, kritik, masukan, atau saran-saran yang membangun.
b. Isi surat tidak mengandung dan mengundang fitnah serta tidak mempertentangkan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
c. Panjang surat maksimal dua halaman kertas folio HVS F4, yang akan diperoleh peserta pada saat mendaftarkan diri atau formatnya dapat di-download di www.pramukakupaninggaran.wordpress.com atau di www.sdntanggeran.blogspot.com.
d. Surat boleh ditulis tangan maupun diketik. Bila ditulis tangan, tulisan harus mudah dibaca dan dipahami serta tidak mengundang pemahaman ganda/multitafsir. Bila diketik, tulisan menggunakan huruf Times New Roman 12 pt dengan spasi 1.5.
e. Identitas peserta wajib ditulis dengan jelas, sesuai fakta, dan tidak menggunakan nama samaran.
3. Pendaftaran dan Penyerahan/Pengiriman Surat
a. Pendaftaran dan pengiriman surat dimulai pada Hari Senin, 13 Desember 2010 pukul 15.00 WIB dan ditutup pada Hari Minggu, 19 Desember 2010 pukul 15.00.
b. Tempat pendaftaran dan Penyerahan/Pengiriman Surat:
1) Toko Multicollection HARMONIS Paninggaran, Jl. Raya Paninggaran
2) Sdr. Nurul Ibadi, SD Negeri Krandegan Kecamatan Paninggaran HP 085876203603
3) Sdr. Helmy Mubarok, SD Negeri 01 Lambanggelun Kecamatan Paninggaran HP 087830787848
4) Sdr. Dzakiron, SD Negeri Tanggeran Kecamatan Paninggaran HP 081326976273
c. Biaya pendaftaran adalah Rp 4.000,00 (empat ribu rupiah) untuk kelompok A dan Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah) untuk kelompok B
d. Tiap peserta akan memperoleh satu buah Kartu Perdana AS dari Telkomsel. Rp 1.000,00 (seribu rupiah) dari biaya pendaftaran akan disumbangkan untuk anak yatim dan fakir miskin melalui program Pengelolaan Sadaqah, Infaq, dan Zakat (SaInZa).
e. Peserta menulis surat pada kertas surat yang diperoleh pada saat pendaftaran dengan nomor peserta di sudut kanan atas. Untuk surat yang diketik komputer, silahkan isikan nomor yang diperoleh pada saat mendaftar atau dari balasan SMS Panitia
f. Pendaftaran Online
Pendaftaran juga dapat dilakukan dengan cara:
1) Mengirimkan biaya pendaftaran melalui transfer ke BRI Unit Paninggaran Nomor rekening 5972-01-000633-53-8 a/n NURUL IBADI.
2) Mengkonfirmasi pendaftaran dengan mengetik:
DAFTAR LMS(spasi)NAMA (spasi) DOMISILI kirimkan ke nomor 085226627534.
3) Setelah Panitia mengkonfirmasi biaya pendaftaran, peserta akan memperoleh sms balasan berisi nomor peserta. Untuk peserta di luar wilayah kecamatan, bisa meminta bantuan saudara/teman untuk mendaftar dan memperoleh nomor peserta.
4) Men-download format kertas surat di www.pramukakupaninggaran.wordpress.com atau di www.sdntanggeran.blogspot.com.
5) Setelah surat ditulis dan ditandatangani, scan-lah kertas surat dan kirimkan via email ke dkrpaninggaran@gmail.com. Surat juga bisa langsung dikirim via email tanpa di-scan. Isikan kolom tanda tangan dengan tulisan “ttd”
4. Tim Juri
a. Tim Juri terdiri dari:
1) Sardono Syarief, Ama.Pd. (Ketua Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia/Agupena Cabang Kabupaten Pekalongan.
2) Drs. Mutohar (Sekretaris Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia/Agupena Cabang Kabupaten Pekalongan.
3) Solikhin, S.Pd.SD (Pembina Jama’ah Al Hidayah Paninggaran)
b. Hasil lomba Insya Allah akan diumumkan pada tanggal 23 Desember 2010.
c. Hasil lomba yang dituangkan dalam Berita Acara bersifat tetap, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.
5. Hadiah
Kelompok A
a. Juara I : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 125.000,00
b. Juara II : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 100.000,00
c. Juara III : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 75.000,00
Kelompok B
a. Juara I : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 150.000,00
b. Juara II : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 125.000,00
c. Juara III : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 100.000,00
Silahkan download format surat Lomba Menulis Surat kepada Pak Camat di sini dan Petunjuk Teknis lomba di sini

2. Lomba Mewarnai Gambar untuk anak-anak
1. Peserta
a. Peserta Kelompok A adalah siswa PAUD Formal (TK/RA) dan Kelompok B adalah siswa PAUD Non Formal (Pos PAUD/Kelompok Bermain/sejenisnya) di wilayah Kecamatan Paninggaran
b. Peserta membawa sendiri peralatan mewarnai, termasuk alas mewarnai berupa meja gambar, buku tebal, dan atau sejenisnya. Panitia hanya menyediakan kertas gambar berukuran A4 (panjang 29.7 cm, lebar 21.5 cm).
2. Pendaftaran
a. Pendaftaran dibuka pada Hari Sabtu, 11 Desember 2010 pukul 15.00 WIB dan ditutup pada Hari Kamis, 16 Desember 2010 pukul 15.00 WIB.
b. Peserta mendaftarkan diri secara kolektif melalui guru masing-masing di tempat pendaftaran dengan mengisi formulir pendaftaran.
c. Tempat pendaftaran:
1) Toko Multicollection HARMONIS Paninggaran, Jl. Raya Paninggaran
2) Sdr. Nurul Ibadi, SD Negeri Krandegan Kecamatan Paninggaran HP 085876203603
3) Sdr. Helmy Mubarok, SD Negeri 01 Lambanggelun Kecamatan Paninggaran HP 087830787848
4) Sdr. Dzakiron, SD Negeri Tanggeran Kecamatan Paninggaran HP 081326976273
c. Biaya pendaftaran tiap peserta adalah Rp 4.000,00 (empat ribu rupiah) dan tiap peserta akan memperoleh satu buah Kartu Perdana AS dari Telkomsel. Rp 1.000,00 (seribu rupiah) dari biaya pendaftaran akan disumbangkan untuk anak yatim dan fakir miskin melalui program Pengelolaan Sadaqah, Infaq, dan Zakat (SaInZa).
d. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui blog dengan cara:
1) Mendownload formulir pendaftaran di www.pramukakupaninggaran.wordpress.com atau di www.sdntanggeran.blogspot.com.
2) Setelah diisi dan ditandatangani, scan-lah formulir pendaftaran dan kirimkan via email ke dkrpaninggaran@gmail.com.
3) Biaya pendaftaran dapat ditransfer ke BRI Unit Paninggaran Nomor rekening 5972-01-000633-53-8 a/n NURUL IBADI
4) Mengkonfirmasi pendaftaran dengan mengetik: DAFTAR LMG(spasi)NAMA SEKOLAH kirim ke nomor 085226627534.
5) Pendaftaran dianggap sah setelah peserta memperoleh sms balasan dari Panitia. Mohon simpan sms balasan tersebut. Kartu Perdana As akan diberikan di lokasi lomba.
d. Pelaksanaan dan Peraturan Lomba
a. Lomba dilaksanakan pada Hari Sabtu, 18 Desember 2010 pukul 08.00 WIB di Balai Desa Paninggaran
b. Peserta hadir di lokasi lomba paling lambat 15 menit sebelum perlombaan dimulai
c. Guru mengambil kertas lomba yang telah berstempel panitia dan bernomor peserta tanpa nama dan asal sekolah peserta. Harap periksa kertas lomba dengan cermat. Tanpa stempel panitia dan nomor peserta, hasil lomba tidak akan diikutsertakan dalam penilaian.
d. Lomba dimulai tepat pukul 08.00 WIB dan akan berakhir pada pukul 09.30 WIB. Peserta yang terlambat hadir tetap diperkenankan mengikuti lomba dan kepadanya tidak diberi perpanjangan waktu.
e. Selain Panitia, Guru, dan Tamu tidak diperkenankan memasuki ruangan lomba.
f. Selama lomba, guru dilarang membantu peserta dalam mewarnai gambar dan atau upaya-upaya lainnya yang dapat dikategorikan membantu peserta dalam mewarnai gambar.
g. Guru diperbolehkan membantu peserta dalam mempersiapkan peserta sebelum lomba, menata perlengkapan, meruncingkan pensil/pewarna, mengantarkan peserta ke kamar kecil, dan tindakan-tindakan lainnya yang tidak dikategorikan membantu peserta dalam mewarnai gambar
h. Kertas lomba peserta yang dibantu oleh guru dalam mewarnai gambar akan diparaf oleh Panitia dan atau Dewan Juri serta tidak akan diikutsertakan dalam penilaian.
i. Peserta yang telah selesai mewarnai gambar diperkenankan meninggalkan ruang lomba.
j. Hasil lomba yang dituangkan dalam Berita Acara bersifat tetap, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.
e. Hadiah
Juara I : Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan Rp 100.000,00
Juara II : Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan Rp 75.000,00
Juara III : Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan Rp 50.000,00
Juara Harapan I-III : Piagam dan Uang Pembinaan masing-masing Rp 25.000,00
Silahkan download formulir pendaftaran Mewarnai Gambar untuk anak-anak di sini dan pamflet lomba di sini

3. Lomba Peragaan Busana Muslimah untuk anak-anak
Peserta
a. Peserta Kelompok A adalah siswa PAUD Formal (TK/RA) dan Kelompok B adalah siswa PAUD Non Formal (Pos PAUD/Kelompok Bermain/sejenisnya) di wilayah Kecamatan Paninggaran
b. Peserta terdiri dari dua orang: laki-laki, perempuan, atau kombinasi keduanya, dan merupakan satu pasangan serta satu nomor peserta. Satu sekolah hanya diperbolehkan mengikutsertakan dua peserta atau satu pasang.
Pendaftaran
a. Pendaftaran dibuka pada Hari Sabtu, 11 Desember 2010 pukul 15.00 WIB dan ditutup pada Hari Kamis, 16 Desember 2010 pukul 15.00 WIB.
b. Peserta mendaftarkan diri melalui guru masing-masing di tempat pendaftaran.
c. Tempat pendaftaran:
1) Toko Multicollection HARMONIS Paninggaran, Jl. Raya Paninggaran
2) Sdr. Nurul Ibadi, SD Negeri Krandegan Kecamatan Paninggaran HP 085876203603
3) Sdr. Helmy Mubarok, SD Negeri 01 Lambanggelun Kecamatan Paninggaran HP 087830787848
4) Sdr. Dzakiron, SD Negeri Tanggeran Kecamatan Paninggaran HP 081326976273
d. Biaya pendaftaran tiap sekolah adalah Rp 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah) dan tiap peserta akan memperoleh satu buah Kartu Perdana AS dari Telkomsel. Rp 4.000,00 (empat ribu rupiah) dari biaya pendaftaran akan disumbangkan untuk anak yatim dan fakir miskin melalui program Pengelolaan Sadaqah, Infaq, dan Zakat (SaInZa).
e. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui blog dengan cara:
1) Mendownload formulir pendaftaran di www.pramukakupaninggaran.wordpress.com atau di www.sdntanggeran.blogspot.com.
2) Setelah diisi dan ditandatangani, scan-lah formulir pendaftaran dan kirimkan via email ke dkrpaninggaran@gmail.com.
3) Biaya pendaftaran dapat ditransfer ke BRI Unit Paninggaran Nomor rekening 5972-01-000633-53-8 a/n NURUL IBADI
4) Mengkonfirmasi pendaftaran dengan mengetik: DAFTAR LMG(spasi)NAMA SEKOLAH kirim ke nomor 085226627534.
5) Pendaftaran dianggap sah setelah peserta memperoleh sms balasan dari Panitia. Mohon simpan sms balasan tersebut. Kartu Perdana As akan diberikan di lokasi lomba.
Pelaksanaan dan Peraturan Lomba
1) Lomba dilaksanakan pada Hari Sabtu, 18 Desember 2010 pukul 09.30 WIB di Depan Kantor Kepala Desa Paninggaran (kompleks Balai Desa Paninggaran)
2) Peserta hadir di lokasi lomba paling lambat 15 menit sebelum perlombaan dimulai.
3) Kriteria penilaian meliputi keserasian busana, gaya peragaan, dan ekspresi di atas panggung di depan Dewan Juri.
4) Foto perlombaan akan dipublikasikan di blog dan facebook serta dimungkinkan untuk diliput media massa
5) Hasil lomba yang dituangkan dalam Berita Acara bersifat tetap, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.
g. Hadiah
1) Juara I : Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan Rp 125.000,00
2) Juara II : Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan Rp 100.000,00
3) Juara III : Piala, Piagam, dan Uang Pembinaan Rp 75.000,00
4) Juara Harapan I-III : Piagam dan Uang Pembinaan masing-masing Rp 50.000,00
Silahkan download formulir pendaftaran Lomba Peragaan Busana Muslimah untuk anak-anak di sini dan pamflet lomba di sini

4. Doa bersama dan renungan malam 1 Muharram 1432 H
5. Launching Gerakan ULURKAN SERIBU, BANTU SAUDARAMU. Direncanakan akan dilaksanakan perdana secara massal dan serentak pada Hari Kamis, 16 Desember 2010 pukul 09.00 WIB bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1432 H di seluruh sekolah (pelaksanaan Ulangan Akhir Semester II di SD/MI telah selesai sehingga tidak akan menganggu kegiatan belajar mengajar), kantor, dan tempat umum lainnya dengan melibatkan seluruh siswa, guru, pegawai, dan masyarakat umum dengan dukungan organisasi masyarakat yang bersedia turut ambil bagian. Seluruh foto dari semua tempat pelaksanaan akan dipublikasikan di blog dan facebook.

6. Kompetisi Sepak Takraw untuk umum
a. Peserta
1) Kategori peserta adalah umum, tidak terikat usia, serta tidak terikat wilayah domisili
2) Satu tim peserta Kompetisi Sepak Takraw terdiri dari maksimal lima orang (tiga pemain inti dan dua pemain cadangan) laki-laki atau perempuan dan tidak diperkenankan kombinasi laki-laki dan perempuan.
b. Pendaftaran
1) Pendaftaran dibuka pada Hari Sabtu, 11 Desember 2010 pukul 15.00 WIB dan ditutup pada Hari Minggu, 19 Desember 2010 pukul 15.00 WIB.
2) Bagan pertandingan dapat dilihat di tempat pendaftaran serta di blog www.pramukakupaninggaran.wordpress dan www.sdntanggeran.blogspot.com mulai hari Senin, 20 Desember 2010 pukul 12.00 WIB yang akan dilengkapi dengan nama tim dan nama anggota tim
3) Tempat pendaftaran:
a) Toko Multicollection HARMONIS Paninggaran, Jl. Raya Paninggaran
b) Sekretariat Jama’ah Al Hidayah: Jl. Raya Paninggaran Kauman (Sdr. Nurul Ibadi, HP 085876203603)
c) Sdr. Helmy Mubarok, Ketua DKR Paninggaran: Kompleks SMAN 1 Paninggaran, HP 087830787848)
d) Sdr. Muh. Islah Fahrudin (Oldstar Club, Pekajangan Gang 18 No. 27 RT 28 RW 10 Kedungwuni Pekalongan HP 085641006080).
4) Biaya pendaftaran adalah Rp 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah) dan tiap tim akan memperoleh tiga buah Kartu Perdana AS dari Telkomsel. Rp 4.000,00 (empat ribu rupiah) dari biaya pendaftaran akan disumbangkan untuk anak yatim dan fakir miskin melalui program Pengelolaan Sadaqah, Infaq, dan Zakat (SaInZa).
5) Peserta mengisi formulir pendaftaran, ditandatangani oleh Kapten Tim, dan menyerahkannya kembali kepada Panitia. Dengan menandatangani formulir pendaftaran, semua peserta dianggap telah memahami dan tunduk terhadap seluruh peraturan pertandingan. Oleh karena itu, sangat disarankan seluruh calon peserta membaca, mempelajari, dan memahami peraturan pertandingan sebelum menandatangani formulir pendaftaran. Panitia menyediakan sarana komunikasi melalui email dan facebook agar mudah diakses dan diikuti oleh seluruh peserta.
6) Bila terdapat nama tim yang sama, maka Panitia akan memberikan tambahan huruf A di belakang nama tim yang mendaftar lebih dulu, huruf B dan seterusnya untuk tim yang mendaftar selanjutnya.
7) Pendaftaran Online
Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui blog dengan cara:
a) Mendownload formulir pendaftaran di sini
b) Setelah diisi dan ditandatangani, scan-lah formulir pendaftaran dan kirimkan via email ke dkrpaninggaran@gmail.com.
c) Biaya pendaftaran dapat ditransfer ke BRI Unit Paninggaran Nomor rekening 5972-01-000633-53-8 a/n NURUL IBADI
d) Mengkonfirmasi pendaftaran dengan mengetik:
DAFTAR(spasi)NAMA TIM(spasi)DOMISILI kirimkan ke nomor 085226627534.
e) Pendaftaran dianggap syah setelah peserta memperoleh sms balasan dari Panitia berisi nomor pendaftaran. Mohon simpan sms balasan tersebut. Kartu Perdana As akan diberikan di lokasi turnamen
c. Peraturan dan Tim Wasit
1) Sistem pertandingan adalah sistem gugur
2) Peraturan pertandingan Kompetisi Sepak Takraw ini mengikuti peraturan terbaru dari Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PERSETASI).
3) Tim wasit Kompetisi Sepak Takraw berasal dari unsur Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Paninggaran.
4) Hasil pertandingan yang dituangkan dalam Berita Acara bersifat tetap, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.
d. Hadiah
1) Juara I : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 200.000,00
2) Juara II : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 150.000,00
3) Juara III : Piala, Piagam, dan uang pembinaan Rp 100.000,00
Silahkan download Petunjuk Teknis Turnamen Sepak Takraw di sini

7. Penggalangan dana untuk anak yatim dan fakir miskin:

Dalam event yang merupakan kali pertama digelar di wilayah Kecamatan Paninggaran tersebut, yang juga didukung oleh Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia(Agupena) Jawa Tengah Cabang Kabupaten Pekalongan dan Asosiasi Labasa (Luangkan Baca Saat Muda, forum silaturahmi warga perantauan yang anggotanya tersebar di beberapa kota besar dan bersekretariat di Jakarta) juga telah diluncurkan Program Pengelolaan Sadaqah, Infaq, dan Zakat (SaInZa) yang telah diresmikan oleh Camat Paninggaran, Bapak Budyanto, S.IP., pada saat Doa Bersama dan Renungan Tahun Baru 1432 Hijriyah, Senin Malam (6/12) di Aula Kecamatan Paninggaran. Dengan sistem jemput bola, SaInZa berkeinginan menjadi wadah pengelolaan Sadaqah, Infaq, dan Zakat yang amanah yang pada tahap awal bercita-cita menghimpun dan menyalurkan amanat tersebut berupa beasiswa pendidikan, bantuan peralatan sekolah, bantuan uang saku untuk pelajar dari wilayah terpencil dengan tingkat kesulitan akses transportasi yang tinggi, dan program-program sejenis. Pada tahap selanjutnya, pengelolaan tersebut berkeinginan membantu pelaku usaha kecil dengan alokasi zakat produktif berbentuk bantuan usaha tanpa bunga.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, dimana kami mendasarkan semangat kerja di atas landasan amanah, transparan, dan akuntabel; secara periodik, nama donatur/dermawan dan besarnya dana beserta pengelolaannya, akan kami publikasikan melalui facebook, blog, dan buletin Al Hidayah, disamping tentu saja laporan resmi dalam pembukuan yang bisa diakses secara mudah di sekretariat kami.

Dengan beragam kegiatan sebagai sebuah satu rangkaian, yang membidik hampir semua usia dan seluruh unsur masyarakat, kegiatan ini diharapkan akan menyedot animo dan perhatian masyarakat sekaligus menjadi puncak kegiatan peringatan Tahun Baru 1432 H di Kecamatan Paninggaran serta mengakomodasi kepentingan pelaku usaha sebagai sponsor dan pendukung kegiatan dalam bentuk promosi berkelanjutan dan penjualan langsung melalui stan penjualan, pamflet, facebook, dan blog. Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami:
SEKRETARIAT PANITIA SEMARAK TAHUN BARU 1432 HIJRIYAH AN PANINGGARAN,
JL. RAYA PANINGGARAN KM. 01 KAUMAN PEKALONGAN
Email: dkrpaninggaran@gmail.com, alhidayah_paninggaran@yahoo.co.id
CP: 081326976273 (Dzakiron), 087830787848 (HELMY MUBAROK), 085876203603 (NURUL IBADI)

Untuk para dermawan/donatur, donasi terhadap anak yatim dan fakir miskin dapat Anda kirimkan ke:
Nomor rekening 5972-01-00063353-8 a/n NURUL IBADI
BRI Unit Paninggaran

Mohon untuk mengkonfirmasikan donasi Anda dengan mengetik:
DONASI(spasi)NAMA(spasi)DOMISILI(spasi)JUMLAH DONASI
kirimkan ke nomor 085226627534

Semoga keikhlasan niat dan kedermawanan dan partisipasi Bapak/Ibu mendapat balasan pahala dari Allah SWT. Amin.

Paninggaran, 6 Desember 2010

Panitia Semarak Tahun Baru 1432 H
Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan
Ketua

ttd

DZAKIRON

Catatan:
Informasi kegiatan juga dapat dibaca di website Agupena Jawa Tengah, Blog Indonesia,dan Katalog Blog,

Selasa, 01 Juni 2010

BANGKITLAH, PANINGGARANKU......(2)

Bagian II: Belajar dari Ali Bin Abi Thalib

Oleh: Dzakiron


Laboratorium Raksasa
Masyarakat adalah sebuah laboratorium raksasa. Disinilah segala teori akan diuji. Disinilah nyali akan dihadapkan pada fakta-fakta yang tak jarang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan analisa. Maka, siapapun yang memilih terjun di masyarakat, pasti akan menjumpai hal-hal tersebut di atas, dengan bentuk dan wujud yang beragam. Ibarat tempat magang, di laboratorium raksasa itulah setiap peserta dilatih untuk mengenali aneka persoalan sekaligus disodori beragam alternatif solusinya lengkap dengan segala resikonya, termasuk dengan resiko-resiko yang sulit diprediksi.

Maka, teorinya, mereka yang telah mengikuti pelatihan akan memiliki bekal minimal yang tentu saja, akan berbeda dengan mereka yang sama sekali tak pernah mengikutinya. Generasi muda yang telah, atau setidaknya pernah menjalani pelatihan, sedikit banyak akan memiliki bekal manakala mereka kelak akan menjadi pemimpin.
Calon-calon pemimpin yang telah teruji di masyarakat kemungkinan besar telah memiliki modal dasar, minimal pernah berhadapan langsung dengan aneka karakter dan tipikal individu yang beragam latar belakang. Juga akrab dengan beragam konflik dan persoalan riil yang telah dan tengah dihadapi oleh masyarakat. Di titik inilah ia belajar dan diajari oleh kenyataan. Maka, manakala keluh kesah dan problematika masyarakat beserta aneka opsi solusinya telah sedemikian dekat dengan urat nadinya, kelak, andaikata ia berganti posisi, hijrah dari bawahan menjadi atasan, dari rakyat jelata menjadi pemimpin (dari tingkat desa sampai negara), Insya Allah ia akan tahu bagaimana menempatkan dirinya di hadapan orang-orang yang dipimpinnya. Insya Allah ia akan tahu bagaimana dulu ia dan masyarakat memiliki harapan-harapan kepada pemimpinnya, dan kini di pundaknyalah harapan-harapan itu dititipkan. Laksana guru, ia pernah menjadi murid. Ia paham betul bagaimana rasanya menjadi murid beserta segala penilaiannya terhadap aneka sosok guru yang pernah mendidiknya. Laksana sopir, ia pernah menjadi kernet sehingga sedikit banyak ia tahu bagaimana memperlakukan kernet sebagaimana ia dulu ingin diperlakukan.
Lantas, untuk menjadi sopir yang baik, mestikan setiap calon sopir menjadi kernet terlebih dahulu? Tentu tidak. Dalam praktiknya, asal telah memenuhi syarat normatif, seperti cakap mengemudi, memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), dan sejenisnya, siapapun bisa menjadi sopir. Tetapi, bila kita dihadapkan pada dua kandidat dengan syarat normatif yang sama: sopir alumni sekolah mengemudi terkemuka yang baru lulus dan sopir yang telah kenyang pengalaman, benarkah kita akan memilih kandidat pertama, dan bukan kandidat kedua?

Pengalaman bukanlah segalanya. Tetapi, dari orang-orang yang telah berpengalaman di bidangnya, rasanya tidak berlebihan bila kita lebih mantap menitipkan amanah pada mereka. Mereka yang lahir dari ”rahim” masyarakat, hidup dan dihidupi oleh konflik, besar dan dibesarkan oleh denyut nadi kehidupan nyata, berkeringat dan bahkan menangis bersama derita banyak orang, berpeluang lebih besar untuk menjadi pemimpin yang memiliki empati, simpati, dan menghargai orang-orang yang dipimpinnya daripada pemimpin yang lahir dari ujung tongkat tukang sulap, dengan iringan mantra sim salabim disertai kepulan asap dan tiba-tiba hadir serta duduk di singgasana kepemimpinan.

Pemimpin yang telah tertempa oleh pengalaman, dalam lingkup yang paling kecil sekalipun, memiliki pengetahuan minimal atas orang-orang yang dipimpinnya, sebagaimana ia dulu berada pada posisi tersebut. Ia bukanlah orang yang gila jabatan karena sejarah panjangnya telah mengajarinya bagaimana ia dulu tak bisa menghargai dan menghormati pemimpin-pemimpinnya yang menjadi gila karena jabatannya. Ia tahu betul bagaimana bertindak secara benar diantara ketidakbenaran sebagaimana dulu pemimpin-pemimpinnya melakukan ketidakbenaran tersebut. Di bawah kepemimpinan mereka yang memahami pahit getirnya kehidupan, sakitnya dikhianati, dan perihnya dizalimi, serta pada saat yang bersamaan juga memahami jalur yang tepat arah lokomotif yang dikemudikannya, orang-orang yang dipimpinnya akan merasa tenang dan nyaman. Manakala mereka telah meyakini bahwa pemimpin mereka adalah orang yang benar pada saat yang benar dan di tempat yang benar, kemungkinan besar mereka pun akan menempatkan diri pada posisi serupa, loyalitas sepenuh hati dan berdedikasi tinggi.

Dari kepemimpinan semacam itu, patutlah kita berharap lahirnya generasi-generasi baru Ali bin Abi Thalib, yang pada usia mudanya, bahkan sangat muda, telah berani mengambil resiko amat besar untuk bertaruh dengan kematian manakala beliau menggantikan posisi tidur Nabi Muhammad SAW yang pergi meninggalkan Mekah bersama Abu Bakar Assiddiq di malam nan gulita ketika kediaman Rasulullah telah dikepung oleh orang Kafir dengan senjata terhunus dengan misi tunggal: membunuh Rasulullah. Ali bin Abi Thalib muda pasti tahu bahwa peluangnya menjadi korban salah sasaran atau pelampiasan amarah orang-orang Kafir yang murka karena buruannya telah lepas nyaris 100%. Mengapa Ali muda berani mengambil resiko sebesar itu? Selain karena keberaniannya, penulis meyakini bahwa motivasi terbesar adalah karena ia meyakini akan kebenaran tindakan dari pemimpin, sahabat sekaligus gurunya, Nabi Muhammad SAW. Kelak, pada gilirannya Ali bin Abi Thalib memangku tugas sebagai pemimpin, kita tahu, sebagaimana sejarah Islam mencatatnya, bagaimana ia memimpin.

Nabi Muhammad SAW sendiri bukanlah pemimpin instan. Terlepas dari atribut istimewanya sebagai manusia yang maksum, terjaga dari perbuatan dosa serta jaminan masuk syurga, Beliau besar dan dibesarkan dalam lingkungan masyarakat jahiliyah yang penuh dengan kezaliman, kejahatan, dan pengkhalalan segala cara untuk mencapai tujuan. Karier Beliau diawali dengan menggembala kambing pada usia 8 tahun ketika hidup bersama Pamannya, Abu Thalib, sepeninggal kakeknya, Abdul Muthalib. Pada usia 12 tahun, Muhammad muda mengikuti pamannya berdagang ke Syam. Konflik antarsuku yang kemudian memicu Perang Fijar pun tak luput dari perhatian Beliau. Pada perang yang berlangsung selama empat tahun tersebut, pada saat Beliau berusia 16-20 tahun, Beliau ikut membantu kaumnya, Quraish, meski ada yang menyebutkan bahwa di perang itu Beliau hanya bertugas mengumpulkan anak panah. Pada usia 20-an, Beliau aktif dalam Hilfil Fudzul, suatu gerakan untuk memberantas kesewenangan di masyarakat dan melindungi yang teraniaya. Dalam usia yang relatif masih muda, 25 tahun, Beliau menjadi manajer bagi tim ekspedisi bisnis pengusaha ternama Mekah, Siti Khadijah, yang kelak jatuh cinta kepada Muhammad muda dan menjadi pendamping hidup Beliau.

Setelah menikah, ujian kompetensi dan kualitas metode kepemimpinan Beliau diawali manakala warga Mekah merenovasi Kakbah yang retak. Proses lancar renovasi tersebut terhenti ketika Hajar Aswad telah siap ditempatkan karena semua kabilah ingin mendapatkan kehormatan itu. Keluarga Abdud-Dar dan Adi’ bahkan telah mengangkat sumpah darah untuk menyerang siapapun yang akan mengambil tugas itu. Usul Abu Umayah bin Mughira dari Bani Makhzum sebagai orang tertua yang dihormati agar tugas menempatkan Hajar Aswad diberikan kepada orang yang pertama kali masuk ke pintu Shafa, diterima oleh semua kabilah. Orang itu ternyata Muhammad Al-Amien. Dengan otoritas sesaat yang dimiliki, Beliau berhak menempatkan Hajar Aswad, suatu kehormatan yang didambakan oleh semua kabilah. Tetapi, lihatlah yang kemudian terjadi. Secara bijaksana, Beliau melibatkan semua keluarga untuk meletakkan batu hitam itu. Caranya: Beliau membentangkan kain. Semua pemimpin keluarga dipersilakannya memegang pinggir kain. Beliau mengangkat batu itu ke atas kain lalu semua secara bersama-sama menggotong batu tersebut. Terakhir, Beliau mengangkat dan meletakkannya pada tempat yang semestinya. Semua puas.
Lembar terbatas ini tentu tak akan memadai untuk mendeskripsikan kisah mulia Beliau. Gambaran singkat di atas hanya untuk mempertebal benang merah tentang latar belakang calon pemimpin dan takaran metode kepemimpinannya kelak. Ternyata, disamping bekal pengalaman, yang paling utama adalah akhlak mulia sebagai pilar nomor satu. Tanpa itu, generasi baru yang meneruskan prosesi regenerasi dan kemudian mengganti, atau bahkan merebut tongkat komando kepemimpinan dari generasi sebelumnya, berpeluang besar melestarikan tradisi dendam: memimpin seperti pemimpin yang senantiasa dikritik dan dicelanya. Mestikah kita, generasi muda, melanjutkan dan melestarikan tradisi yang sama serta mengulang kesalahan serupa?

Kualifikasi Pemimpin Idaman
Dari ulasan di atas, menurut hemat penulis, idealnya seorang pemimpin memiliki kualifikasi minimal sebagai berikut:
- Jujur
Kejujuran seorang pemimpin bukan hanya dibutuhkan hampir di semua gerak langkah kepemimpinannya tetapi juga kejujuran pada dirinya sendiri. Kesadaran bahwa kejujuran seorang pemimpin untuk mengakui kesalahan, kekurangan, dan ketidakmampuannya tidak serta merta membuat seorang pemimpin kehilangan harga diri jarang dimiliki oleh para pemimpin. Sehingga kemudian mereka lebih memilih berlindung di balik perisai keangkuhan serta kesakralan jabatan. Tingkat kejujuran seorang pemimpin biasanya berbanding lurus dengan kesalehan individu dimana ketaatan dan ketakutannya disandarkan pada kesadaran akan Tuhan yang tak pernah tidur sedetik pun.
- Amanah
Dengan kompetensi yang dimilikinya, setiap orang akan tahu diri dan sadar posisi. Sebab, pada hakekatnya, yang lebih mengetahui kemampuan dan kapasitas seseorang adalah dirinya sendiri. Baginya, jabatan hanyalah sebuah konsekuensi logis dari tanggung jawab. Atau, lebih tepatnya, hanyalah sebuah sarana alias jembatan, dan bukan tujuan akhir. Kalaulah jabatan diidentikkan dengan prestasi, ia bukan kado yang dihadiahkan, melainkan piala yang diraih pascakompetisi sehat. Pemimpin yang amanah akan meletakkan jabatan di kedua tangannya. Bukan di kepala laksana mahkota yang disakralkan, apalagi diberhalakan. Juga bukan di kaki, yang kelak akan dijadikan pijakan untuk meraih segala ambisi dengan menghalalkan segala cara dan mengabaikan segala norma. Pemimpin yang amanah, yang tahu betul bahwa jabatan adalah amanat yang kelak akan dipertanggungjawabkan, memiliki keluasan berfikir dan berjiwa besar yang tak pernah risau oleh kalah atau menang, sehingga ia akan bersikap tenang laksana air yang mengalir pelan namun sulit dilukai. Kemenangan tak membuatnya mabuk dan lupa daratan sebagaimana kekalahan tak akan menyeretnya ke jurang kehinaan, naik darah, sibuk mencari kambing hitam, dan bergegas ambil posisi di seberang jalan dengan segumpal luka. Ia adalah sosok yang terjaga emosinya, sehingga ”kegemparan tak pernah membuatnya keget, kekacauan tak pernah membuatnya panik”, tutur Prie GS dalam Berdialog dengan Derita dalam kolom Serambi-nya Cempaka Minggu Ini terbitan Semarang beberapa tahun silam. Karena itulah ia pandai menempatkan diri. Di manapun posisinya, dia adalah pemimpin sejati, sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara: ing ngarsa sung tuladha, di depan menjadi contoh; ing madya mangun karsa, di tengah membangun semangat; dan tut wuri handayani, di belakang memberi dorongan.
- Peduli
Pemimpin yang baik memiliki deposito simpati dan empati yang melimpah. Sebagaimana ia ingin dihargai dan diposisikan sebagaimana mestinya, ia paham betul bagaimanan menghargai dan memposisikan orang-orang yang dipimpinnya. Sebagaimana salat berjamaah yang berpahala lebih besar daripada salat sendirian, ia selalu mengedepankan team work alias kerja tim dalam upaya pencapaian target dan kinerja sehingga tanggung jawab akan terdistribusikan secara merata sesuai dengan porsinya masing-masing. Kepedulian yang tinggi membuat dia terhindar dari pengkultusan individu dan kecongkakan. Maka, dia adalah orang yang kali pertama merasakan lapar dan berada di barisan paling belakang yang merasakan kenyang. Bukan sebaliknya. Hubungan horisontalnya dengan sesama terawat baik dan berkualitas sebagaimana ia melakukan hal yang sama untuk hubungan vertikalnya dengan Tuhannya. Pemimpin yang memiliki kepedulian akan menempatkan orang-orang yang dipimpinnya sebagai mitra dan relasi, dan bukan sekedar sebagai anak buah atau bahkan pekerja rodi.
- Profesional
Pemimpin adalah sopir yang tahu betul arah dan tujuan dari kendaraan yang dikemudikannya. Selain manajer dan konseptor, ia juga motivator yang ulung. Profesionalisme akan menuntun pemimpin dalam merancang dan mengorganisasikan segala sumber daya yang dimilikinya, termasuk sumber daya orang-orang yang dipimpinnya. Langkah kakinya bukan hanya disandarkan pada Petunjuk Pelaksanaan atau Juklak dan Petunjuk Teknis atau Juknis semata, tetapi juga etika, norma, dan nurani. Ia paham betul kemungkinan resiko menempatkan orang-orang yang tidak tepat pada posisinya, sehingga penempatan personel ia lakukan benar-benar atas kebutuhan dan kualifikasi, dan bukan karena persahabatan atau bahkan karena sanak famili. Profesionalisme pulalah yang membuat seorang pemimpin bisa mengatasi segala situasi serta bisa menempatkan diri secara proporsional sebagai manajer, ayah, sahabat, sekaligus pendengar yang baik. Manakala seorang pemimpin telah, tengah, dan terus bertindak secara profesional atas landasan akhlakul karimah, pertanggungjawaban bukanlah momok yang menakutkan. Karena baginya, pertanggungjawaban tertinggi bukanlah kepada atasan, lembaga pengawas atau pemeriksa, juga bukan kepada orang-orang yang dipimpinnya, tetapi kepada Tuhan yang Maha Tahu.

Generasi Muda vs Generasi Tua
Perdebatan berkepanjangan tentang pemimpin dari generasi tua versus pemimpin dari generasi muda, yang masih saja berlangsung, selayaknya tidak menyurutkan langkah generasi muda untuk terus menempa diri dan kualitasnya. Sebab, pada dasarnya, setiap generasi tengah memahat prasasti sejarah untuk dirinya sendiri karena hari ini adalah sejarah pada esok hari. Kalaupun prosesi regenerasi belum jua memberi tempat bagi generasi muda, tentulah tak bisa diartikan dan serta merta digeneralisasi bahwa hal tersebut karena ketiadaan sumber daya manusia. Setidaknya, kelak, beberapa puluh tahun mendatang, generasi yang akan datang akan mengetahui bahwa generasi saat ini telah melakukan lebih dari sekadar upaya pembuktian diri.

Penutup
Dengan segala kurangannya, generasi muda adalah aset berharga sekaligus sumber daya manusia yang potensial. Bagaimanapun juga, generasi ini adalah calon-calaon pemimpin dan pelaku sejarah di masa yang akan datang. Proses pematangan menuju kedewasaan berfikir, bertindak dan bertanggung jawab akan menjadi upaya sia-sia belaka tanpa kesediaan dari generasi tua untuk memberi sedikit tempat bagi generasi penuh warna ini. Dalam mencoba membangun karakter pribadinya, rasa tanggung jawab terhadap diri dan masa depannya, Insya Allah, akan mudah terpupuk subur dan terpelihara dalam kondisi yang komunikatif dan fleksibel terhadap kritik, gagasan dan saran konstruktif. Sedikit atau tidak adanya calon-calon pemimpin muda berkualitas yang lahir dari kawah candradimuka bernama dunia generasi muda ini bukan hanya akan menghambat kelangsungan kehidupan beridealisme tinggi, tetapi juga akan menjadi bukti gagalnya proses regenerasi itu sendiri, yang berarti kegagalan generasi tua dalam mempersiapkan penggantinya. Jangan pernah melupakan satu hal: generasi muda saat ini adalah generasi tua esok hari. Ketidakmampuan, atau bahkan kegagalan generasi muda saat ini dalam meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari generasi sebelumnya akan menjadi mimpi buruk dan sejarah kelam bagi generasi selanjutnya.

Kemegahan dan kegemilangan yang dengan susah payah dibangun oleh generasi tua akan menjadi warisan tanpa makna bila tiada generasi muda yang siap siaga menerima tongkat estafet kehidupan.

Akhirnya, mudah – mudahan firman Allah SWT dalam Al-qur’an surat An – Nisa ayat 9 yang artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang – orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak – anak yang lemah, yang mereka kuatirkan terhadap kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar “ dapat menjadi bahan perenungan berharga untuk kita semua. Amin.

Tulisan ini dipersembahkan untuk Indonesia dan kampung halamanku tercinta: Paninggaran, dalam menyongsong, memperingati dan memaknai Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2010. Bangkitlah Paninggaran-ku. Bangkitlah Generasi Mudaku. Bangkitlah!!!

Sebelumnya:
Bagian I: Menunggu Momen yang Tepat

Baca juga di Blognya Pramuka Paninggaran


Catatan:
Tulisan ini diedit ulang dari karya tulis berjudul Pemimpin Muda Idaman: Belajar dari Ali Bin Abi Thalib yang diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Pemuda Tingkat Nasional dan Penghargaan untuk Penulis Artikel Kepemudaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena; Mei 2009).

BANGKITLAH, PANINGGARANKU......

Bagian I: Menunggu Momen yang Tepat
Oleh : Dzakiron


Alkisah, seorang kakek terperosok di sebuah parit di tepi jalan desa. Kakek itu pun merintih kesakitan seraya meminta tolong. Tak lama kemudian, seorang tokoh masyarakat melewati jalan tersebut. Mendengar rintihan meminta tolong, sang tokoh menghentikan langkahnya dan bergegas mendekati kakek tersebut. Sesaat setelah mengamati keadaan sang kakek, sembari melihat jam tangannya, tokoh tersebut berkata, ”Mohon maaf, Kek. Saya ingin menolong kakek tapi saya telah ditunggu oleh masyarakat di Balai Desa untuk membicarakan program pembangunan desa, yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kakek tenang saja, nanti pasti ada orang yang lewat yang akan menolong kakek. Permisi.” Dan pergilah sang tokoh meninggalkan kakek yang masih terus merintih kesakitan.

Tak lama berselang, muncullah seorang tokoh agama. Setelah mengamati keadaan sang kakek, tokoh agama itu berujar, ” Mohon maaf, Kek. Saya ingin menolong kakek tapi saya telah ditunggu oleh jama’ah saya yang telah menanti sejak tadi. Ini pengajian bulanan jadi mereka telah menunggu sebulan lamanya untuk mendengarkan ceramah saya. Kakek tenang saja, nanti pasti ada orang lewat yang akan menolong kakek. Permisi.” Dan pergilah sang tokoh meninggalkan kakek sendirian.

Beberapa saat kemudian, lewatlah di jalan tersebut seorang pemulung berbaju lusuh. Mendengar rintihan meminta tolong, pemulung itu bergegas mendekat, kantong plastik dan batang besi dicampakkannya ke tanah, dan segera menolong kakek tersebut serta membawanya ke rumah penduduk terdekat. Setelah memastikan sang kakek mendapat pertolongan, pemulung itu mengambil barang-barangnya dan kembali meneruskan pekerjaannya: mencari sampah yang bisa dijual untuk membeli beras dan lauk untuk anak dan istrinya yang setia menunggu di rumah.

Momen yang Tepat
Ada hal mendasar yang ingin penulis sampaikan melalui ilustrasi di atas, yaitu momen. Tokoh masyarakat dan tokoh agama lebih memilih untuk melayani masyarakat yang menunggu mereka dengan dalih bahwa menolong kakek itu bukanlah momen yang tepat. Selain urusan masyarakat yang mereka anggap lebih penting daripada sekadar menolong seorang kakek, mereka meyakini bahwa akan datang orang lain yang akan melakukan pekerjaan itu.

Momen yang tepat. Itulah kata sakti yang sering ditunggu oleh banyak orang untuk melakukan sesuatu. Tidak terkecuali oleh (sebagian) generasi muda. Seringkali kita temui generasi muda, yang umumnya terdidik, yang belum juga mau terjun ke masyarakat karena ”menunggu momen yang tepat”. Pilihan yang tidak sepenuhnya salah. Tetapi, perlu juga disadari bahwa proses menunggu tidak lantas membuat jarum jam berhenti berdetak sementara gerak dan geliat dinamika masyarakat amatlah dinamis.

Di sisi lain, terkadang juga kita temui generasi muda yang pada akhirnya lebih memilih mundur dari ”gelanggang pertempuran” dengan dalih bahwa masyarakat telah terlanjur rusak sehingga ia yang mencoba hadir sebagai agent of change, agen perubahan-sebutan yang amat dibanggakan hasil produksi kampus-ternyata tak mampu merubah apapun di masyarakat. Idealisme yang dibawa dari kampus nan megah, sumber referensi dari aneka buku, diktat, modul, dan karya ilmiah, serta teori-teori panjang lebar yang dengan susah payah telah dihafalkan, ternyata menjadi teramat abstrak manakala hendak diimplementasikan di kehidupan nyata. Di kampus, yang haru-biru oleh gegap gempita semangat perubahan lengkap dengan teriakan dan acungan tangan mengepal, idealisme adalah kenyataan. Dan merupakan sebuah harga mati yang tak lagi bisa ditawar. Di masyarakat? Aneka kenyataan kemudian seringkali berujung pada kesimpulan singkat: untuk bertahan hidup, kenyataan adalah idealisme. Dan tenggelamlah sang agen perubahan pada pertempuran batin yang nyaris tanpa jeda. Tanpa ujung. Tidak sedikit yang menyerah kalah dan terkapar di titik lelah.

Tak adakah celah di antara dua pilihan itu? Apakah pilihan untuk memperjuangkan idealisme di masyarakat adalah semata-mata pilihan antara benar dan salah, antara hitam dan putih? Menurut penulis, ada. Memperjuangkan idealisme memang sebuah keniscayaan. Tetapi, kenyataan yang dihadapi di masyarakat juga sebuah fakta yang mesti dihadapi. Karena, konflik antara benar dan salah, jujur dan bohong, dan sejenisnya, tiada mengenal ruang dan waktu laksana hitam dan putih yang selain saling meniadakan juga saling mempertegas dan adakalanya saling melengkapi seperti papan catur yang padu-padan karena harmoni kedua warna tersebut. Lantas, mestikah mengorbankan idealisme hanya untuk diterima di masyarakat? Tak adakah jalan keluar untuk bisa eksis di masyarakat tanpa perlu menggadaikan idealisme, bahkan menjual murah dengan diskon besar-besaran?

Selanjutnya:
Bagian II: Belajar dari Ali Bin Abi Thalib

Baca juga di Blognya Pramuka Paninggaran

Berlangganan Artikel via Email

Silahkan masukkan email Anda:

Delivered by FeedBurner